Jumat, 30 Agustus 2013

Good Bye Mak Uwo...

Saya memanggilnya Mak Uwo, sebagian besar sepupu saya memanggilnya Mama Nit. Nama  aslinya Nuraini. Entah mengapa panggilannya berbeda dengan nama aslinya.

Beliau adalah saudari bapak saya yang paling tua. Banyak yang bilang saya memiliki banyak kesamaan dengan beliau. selain sama-sama anak perempuan tertua dalam keluarga Apa saya bilang saya dan Mak Uwo sama-sama 'lasak' -dalam bahasa Minang berarti tidak bisa diam- dan panjang akal alias kreatif. 

Mak Uwo memang tidak bisa diam. Ia tidak bisa tahan duduk manis di rumah tanpa melakukan aktifitas berarti.  Mulai dari memasak, menjahit, membuat kerajinan tangan yang unik dan cantik sampai arisan dan reunian. Semua Mak Uwo yang paling rajin mengorganisir. Ama belajar banyak dari Mak Uwo berbagai maakan , kue arai pinang serundeng, kerupuk kuah dan lalapan sambal ikan asin kesukaan saya.


 

Namun apa yang datang dari Nya akan kembali kepada-Nya. Mak Uwo akhirnya dipanggil Allah SWT pada 27 Agustus 2013 pukul 20.15 di RS Selaguri Padang akibat komplikasi penyakit diabetes yang dideritanya. Beliau sudah berjuang sepanjang hidupnya sebagai perempuan mandiri dan berdedikasi, sebagai seorang ibu yang sempat membesarkan anak-anaknya tanpa dampingan suami, sungguh ia adalah sosok yang kuat dan pekerja keras. Terakhir kali saya melihatnya berbaring tanpa daya seperti menghantam saya dengan kenyataan pedih bahwa penyakit bisa meluluhlantakkan sosok sekuat dan setegar apa pun.

Mak Uwo masih memiliki seorang anak gadis yang belum melepas masa lajangnya. Iba dan prihatin berkelebat di hati saya membayangkan sedihnya hati sepupu saya kelak menikah tanpa ibunda yang memberi nasehat dan ayahanda yang tidak bisa menjadi wali nikah karena sudah terlebih dahulu dipanggil Yang Maha Kuasa. Tapi mungkin ini yang terbaik. Tuhan lebih sayang kepada Mak Uwo sehingga tidak ingin dia menderita berlama-lama berbaring tanpa daya di dipan rumah sakit. Tuhan memanggil Mak Uwo kembali ke sisi-Nya agar ia dapat beristirahat dan menyerahkan tanggung jawab pada sosok-sosok putra putrinya yang sudah dewasa dan berdikari. Hasil kerja keras dan ketegarannya selama ini. 

Selamat Jalan Mak Uwo, kenangan akan kami kenang sampai kita berjumpa lagi di alam kekal kelak. Sesungguhnya kita akan pulang ke 'rumah' yang sama. Rumah tempat kita semua bermula, di sisi Allah SWT. Amin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar