Sejak Desa Pariangan dinobatkan sebagai salah satu desa terindah di dunia, makin banyak saja orang yang penasaran untuk membuktikan kebenarannya. Tidak hanya mengundang penasaran pelancong dari luar Sumatera Barat, tapi juga mamancing rasa ingin tahu masyarakat yang hidup tidak jauh dari Nagari ini namun belum sekalipun menjejakkan kaki dan mencicipi sekeping surga di lereng gunung Marapi tersebut. Apalagi semenjak digelari salah satu desa terindah, sepertinya Pariangan menyedot perhatian berbagai media, baik itu cetak dan elektronik. Popularitas Pariangan semakin meroket, dan momentum tersebut dimanfaatkan oleh berbagai pihak, baik itu pemuda dan pemerintah Nagari bersama Pemerintah Daerah Tanah Datar melalui instansi-instansi terkait.
Rabu, 08 Februari 2017
Senin, 06 Februari 2017
Aua Sarumpun, Quietly Beautiful
Aua Sarumpun adalah nama dari sebuah bukit yang berlokasi di Jorong Siturah, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Bukit ini dinamakan Aua Sarumpun sesuai dengan keberadaan serumpun aua (aur / bambu) di puncak bukit. Lokasi ini sebenarnya bukanlah objek wisata dadakan atau baru. Keberadaannya sudah lama diketahui oleh para pecinta alam, peminat olahraga ekstrem dan para penggemar buru babi. Namun, karena akses lokasi yang cukup sulit dengan jalan tanah berbatu, tempat ini kalah populer dari Puncak Pass Padang Lua yang sudah dilalui oleh jalan beraspal. Pelan tapi pasti Aua Sarumpun mulai merebut popularitasnya yang tertunda, quietly and beautifully.
Kamis, 02 Februari 2017
Ketika Kincir Air Jadi Objek Wisata
Internet memang sering menciptakan keajaiban. Bukan, bukan keajaiban macam dunia saga Harry Potter, tapi keajaiban mengubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa. Ketika kamu mengunggah sesuatu di dunia maya, social media khususnya, kamu tidak akan pernah tahu sejauh mana unggahan kamu akan mempengaruhi kehidupan orang banyak. Mungkin dulunya remaja-remaja Jorong Padang Data yang iseng berfoto dengan kincir air di kampungnya tidak akan pernah menyangka bahwa foto unggahan mereka akan mampu mengubah desa yang awalnya sepi menjadi ramai dan dibicarakan dimana-mana. Desa yang awalnya sunyi mendadak menjadi objek wisata yang disambangi oleh wisatawan dari berbagai daerah. Itu lah cerita yang saya dapatkan dari pemilik warung bernama Upik ketika berkunjung ke objek wisata baru yang sedang ramai dibicarakan di Kabupaten Tanah Datar, Kincia Aia Kamba Tigo (Kincir Air Kembar Tiga).
Selasa, 24 Januari 2017
Ketika Saya Jadi Fotografer Dadakan, Lagi
Jadi, kemarin saya baru jadi fotografer (dadakan) lagi. Kali ini saya dimintai memotret produk. Wah, jauh berbeda dengan job-job motret yang terbiasa saya lakukan sebagai asisten dulunya semasa masih di Trotoa Photography maupun ketika going solo buat bantu-bantu teman dekat saya. Ini sebenarnya kali kedua saya motret produk, sebelumnya saya motret produk berupa makanan atas permintaan Ibunda dari teman pas masih di Medan. Hasilnya sangat tidak memuaskan sebenarnya, bagi saya ya, tapi bagi Ibunda teman saya masih dalam taraf acceptable lah, walau maunya exceed expectation (lu kate lagi ujian OWL, and i am not Harry Potter huhuhu).
A Not-So-Secret Garden Now, Lezatta Green House
Pariwisata di tanah kelahiran saya semakin berkembang dan semakin beragam. Objek-objek wisata semakin banyak yang berbenah dan mepercantik diri dan juga tidak lupa berinovasi. Memanfaatkan derasnya arus informasi dan semakin meningkatnya penggunaan smartphone di berbagai lapisan masyarakat memungkinkan promosi objek wisata baru semakin mudah, it's just one post, one click and one share anyway.
Minggu, 22 Januari 2017
Ke Yatai Ramen Lagi
Seseuai judulnya, saya dan adik saya akhirnya ke Yatai lagi. Yatai Ramen, kedai ramen yang ada dipinggir jalan Garegeh, Bukittinggi. Kalau kita datang dari arah Baso atau Payakumbuh, kedai ramen ini ada disebelah kiri setelah hotel Nikita.
Jumat, 20 Januari 2017
Wajah Baru Panorama Tabek Patah
Panorama Tabek Patah adalah salah satu objek wisata andalan Kabupaten Tanah Datar sejak tahun 90-an. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan kurangnya inovasi, perlahan objek wisata ini mulai kehilangan pesonanya.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Suka baca komik, suka nonton anime, suka harajuku style, dan koleksi elektronik rumah tangga bermerek So*y, T*shiba, Mi*ako, etc menjadi a...
-
Gerbang masuk Rumah Pohon Literasi yang berada di kaki Bukit Bungsu, Nagari Pagaruyung Berwisata ke Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tan...
-
Destinasi pertama saya begitu melewati gerbang masuk Sawahlunto adalah makam salah satu Pahlawan Nasional Indonesia, Prof. Mr. Mohammad...






