Selasa, 24 Januari 2017

A Not-So-Secret Garden Now, Lezatta Green House


Pariwisata di tanah kelahiran saya semakin berkembang dan semakin beragam. Objek-objek wisata semakin banyak yang berbenah dan mepercantik diri dan juga tidak lupa berinovasi. Memanfaatkan derasnya arus informasi dan semakin meningkatnya penggunaan smartphone di berbagai lapisan masyarakat memungkinkan promosi objek wisata baru semakin mudah, it's just one post, one click and one share anyway.


Nah, objek wisata yang satu ini juga begitu. Awalnya seseorang di facebook mengundang saya bergabung alam grup pariwisata sumbar. Saya bukanlah tipikal orang yang aktif dalam diskusi grup online, jadi masuknya saya dalam grup tersebut hanya sebagai pengamat pasif yang jika menemukan konten menarik yang dibagikan oleh anggota grup lainnya akan saya klik. Dari satu klik tersebut saya akhirnya mengenal Green House Lezatta

Sebelum adanya foto-foto isi dari green house ini banyak beredar, saya sudah beberapa kali melewati green house yang berlokasi di Jalan Raya Payakumbuh - Bukittinggi kilometer 4 ini. Hanya saja, seperti green house lainnya yang banyak tersebar disepanjang jalan ini, tidak terpikir bahwa green house ini bisa menjadi sebuah objek wisata yang menarik minat tua dan muda untuk berbondong-bondong datang dengan smartphone berkamera terbaik mereka. Saya sudah dua kali kesini hampir setengah tahun yang lalu. Karena tahun lalu saya sangat tidak aktif nge-blog, baru kali ini saya sempat menuliskan pengalaman berkunjung ke green house yang namanya sering tertukar dengan mereka hijab populer ini. 

Kali pertama saya berkunjung ke Green House Lezatta adalah 15 Juni 2016 silam. Kala itu saya singgah dalam perjalanan menuju Bukittinggi untuk menengok keponakan yang baru lahir lima hari sebelumya. Bersama adik bungsu, Andre, kami mampir kira-kira pukul 08.30 pagi. Kami menjadi pengunjung pertama hari itu. Papan informasi tiket masuknya pun belum lagi dipasang. Petugas yang tengah berbenah menghampiri kami dan menanyakan maksud dan tujuan kami, "ingin masuk? mau foto-foto?". Kami mengiyakan dan sang petugas mengeluarkan papan informasi tarif masuk, seraya menunjuk tulisan papan tersebut ia kemudian menginformasikan bahwa kami harus membayar Rp 10000 untuk tamu umum dan Rp 5000 untuk tamu pelajar. 

Berikut penampakan Green House Lezatta pada Juni 2016 lalu. Terlihat masih sangat sederhana namun tertata apik. berbagai jenis bunga ditata mulai dari gerbang masuk hingga ke areal dalam dimana terdapat satu green house utamanya. Disini tidak hanya menyediakan tanaman hias seperti berbagai jenis anggrek dan kaktus, tapi juga bibit sayur mayur.








Kali kedua saya berkunjung ke Green House Lezatta adalah pada Agustus tahun lalu.  Pada saat itu saya berkunjung dengan adik perempuan saya. Jika pada kunjungan sebelumnya saya dan adik bungsu hanya mengambil gambar seadanya dengan kamera dan lensa yang kurang bersahabat, kali ini kami mencoba lensa 50 mm baru milik adik bungsu bermerek yongnuo, murah meriah dan mantap bah. Sama seperti kunjungan Juni silam, kami juga datang dipagi hari dan menjadi pengunjung pertama lagi. Dan sama juga seperti bulan Juni, kami juga singgah dalam perjalanan untuk mengunjungi ponakan unyu kami, new born Yung dan kakanya Afifah. Tiket masuknya masih sama, Rp 10000 untuk dewasa dan Rp 5000 untuk anak-anak atau pelajar.  Tidak banyak yang berubah dari green house ini selain jumlah koleksi tanamannya yang semakin bertambah. Beberapa fasilitas yang masih dalam tahap pengerjaan di bulan Juni, pada bulan Agustus telah selesai dan terdapat penambahan beberapa bangku kayu dan sebuah sudut yang didekorasi dengan bunga plastik yang tidak begitu menarik perhatian kami. Saya dan adik-adik akhirnya lebih banyak berfoto di dalam green house yang dipenuhi oleh bunga anggrek berwarna-warni. 








See, green house ini sangat cantik dan tentunya instagramable banget. Nggak heran jumlah kunjungan ke green house ini semakin meningkat dari hari ke hari. Dari beberapa foto yang saya lihat berseliweran di instagram, sepertinya Lezatta semakin menambah daya tariknya dengan mempercantik areal green house dengan dekorasi hits mengikuti tren, seperti penambahan payung berwarna-warni yang mengambang di atas kepala pengunjung dan belakangan sudah diganti lagi dengan topi lebar beraneka warna. Selain itu mereka juga mendesain sebuah pojok yang awalnya dipenuhi bunga-bunga dan tanaman merambat menjadi sebuah kastil mini a la Eropa, mereka bahkan juga menyewakan kostum a la bangsawan Eropa lho. Wah, sepertinya saya harus mampir lagi nih kesini.

Oh ya, bagi wisatawan kebanyakan, lokasi ini mungkin menjadi tempat yang oke untuk mempercantik laman social media mereka. Tapi sebenarnya green house ini bisa menjadi wisata edukasi lho. Aneka tanaman hias dan sayuran yang ada disini dapat dipelajari bersama anak-anak anda, namun sayangnya belum semuanya diberi label oleh pihak green house. Seperti berbagai jenis anggrek yang ada disini. Keberadaan pemandu wisata atau petugas informasi yang bisa sekaligus mengawasi tindak tanduk pengunjung yang mencurigakan akan sangat berarti. Apalagi jika mereka bisa memberikan informasi bagaimana cara merawat tanaman tertentu dan nama-nama tanaman tersebut. 

Hal lainnya yang saya perhatikan disini adalah arealnya yang tidak luas dan jalan yang sempit. Jika peak season tiba dan green house ini dipenuhi pengunjung akan sangat tidak nyaman dan berpotensi merusak green house itu sendiri. Jadi, jika kamu berencana berkunjung ke green house ini, datanglah sepagi mungkin dan jangan saat long weekend atau hari kejepit nasional. Dan daya tarik lainnya dari Lezatta adalah koleksi tanaman hiasnya yang cukup banyak menurut saya. Ini pasti menarik perhatian pehobi fotografi, khususnya fotografi makro. Tidak hanya itu, lokasi ini juga sangat cocok dijadikan lokasi foto pre atau pun post wedding.

Selain berfoto-foto (sok) cantik dan (sok) oke dengan adik, saya juga mencoba memotret beberapa bunga dan kaktus disini. Go check them out, they are not professionals work but yeah, i kinda like them hehe. 

Kalau kesini jadi pengunjung yang tertib dan bertanggung jawab ya. Jangan menyentuh apalagi memetik bunga, buah dan daun sembarangan tanpa seizin petugas. Berfotolah dengan wajar tanpa harus membahayakan tanaman, pengunjung lain apa lagi diri anda sendiri.

Akhir kata, happy travelling people.








1 komentar: