Rabu, 20 Juni 2018

Libur Lebaran di Sawahlunto Part 1

Salah satu hal yang menarik perhatian saya saat berkunjung ke Sawahlunto tahun ini adalah keberadaan gerbang yang eye-catching ini. Jangan lupa berfoto disini ya. Jalanan disini cukup lengang, bahkan saat libur lebaran. Tapi itu bukan alasan untuk tidak berhati-hati. Safety first! 

Setelah memutuskan resign di awal Juni, sebelum lebaran Idul Fitri 2018, saya memiliki banyak waktu untuk saya habiskan menjelang awal Juli sebelum saya mulai bekerja di tempat yang baru. Sejak awal Juni saya sudah merencanakan untuk mengunjungi kota Sawahlunto pada libur lebaran. Selain karena kangen dengan suasana kota tua ini, saya juga penasaran apa saja yang baru di salah satu kota favorit saya ini.

Saya sudah berkali-kali ke Sawahlunto. Pertama kali ke kota ini adalah tahun 2013 ketika saya membawa teman-teman dari Medan untuk berlibur ke kampung halaman. Awalnya kami berniat untuk menjelajah pantai-pantai di Pesisir Selatan dan kota Padang. Hanya saja karena sedang libur lebaran, jalanan macet dimana-mana. Keputusan untuk mengunjungi Sawahlunto muncul begitu saja. Entah siapa yang mengusulkan. Jadilah saya dan teman-teman melancong ke Sawahlunto pukul 3 sore. Dan kami menyesal. Menyesal mengapa kami datang kesorean. Akibatnya kami tidak puas menikmati kota dengan waktu sesingkat itu. Memori singkat di Sawahlunto saat itu senantiasa menempel di ingatan. Selalu kami ceritakan kepada teman-teman dan kolega kerja. Mengundang rasa ingin tahu mereka untuk juga berkunjung ke Sawahlunto.


Tahun 2014 sebelum mulai bekerja di Istana Pagaruyung, saya kembali membawa teman-teman dan keuarganya ke kota Sawahlunto. Kunjungan berikutnya saya membawa seorang tamu dari Belanda yang kembali lagi di tahun berikutnya. Saya juga merekomendasikan Sawahlunto kepada traveler-traveler yang saya temui selama bekerja sebagai pemandu wisata. 

Libur lebaran 2018 kali ini saya kembali ke Sawahlunto membawa serta seorang kouhai (junior) dari Medan. Ia mengatakan kepada saya kalau dia menyukai sejarah dan lebih tertarik mengunjungi museum. Cocok.

Karena satu postingan akan sangat panjang, saya membaginya menjadi beberapa. Saya hanya akan menulis mengenai museum dan destinasi yang belum saya tulis sebelumnya. Untuk Lubang Tambang Mbah Suro saya sudah pernah menulisnya di tahun 2013. Mungkin akan sedikit saya singgung nantinya. 

Happy traveling, people.

1 komentar: