Kamis, 10 November 2016

Senja di Istana


Jam kerja saya di Istana menurut kontrak adalah pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB. Namun pada prakteknya saya setiap harinya datang pada pukul 09.00 WIB dan pulang ke rumah bersamaan dengan juru kunci menutup semua jendela di lantai 2 dan lantai 3. Ini murni inisiatif pribadi karena pukul 08.00 WIB sangatlah langka ada pengunjung di Istana, sementara pengunjung akan mulai ramai setelah jam makan siang hingga pukul 18.00 WIB. 

Selama bekerja sebagai pramuwisata sejak Agustus 2014, saya jarang sekali memperhatikan warna senja di Istana. Selain karena harus bekerja hingga matahari terbenam, saat akan pulang saya biasanya selalu terburu-buru karena ingin sampai di rumah sebelum Magrib. Tidak sedikitpun mata saya akan memandangi langit dan menemukan ronanya seperti apa. 


Suatu hari di pertengahan bulan Oktober, untuk pertama kalinya saya menyadari langit sore itu sangat indah. Saya dan rekan guide junior, Kuntum, tengah berjalan menuju belakang bangunan utama Istana dimana kami memarkir sepeda motor. Saya spontan mendecak kagum pada semburat oranye di langit. Pada saat itu waktu belum lagi menunjukkan pukul 18.00 WIB. "Langitnya bagus ya," ujar saya sambil mengeluarkan smartphone dari saku rok. "Ah, sayang kali cuman ada kamera hape." 

Walaupun tidak yakin kamera smartphone mampu manangkap warna langit dengan akurat, saya tetap memotret. Sedikit meleset. Tapi langitnya benar-benar indah. Saya tidak yakin akan sering-sering bertemu dengannya mengingat musim hujan segera tiba. Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, mendung akan terus bergelayut hingga Magrib, bahkan lewat Magrib hingga pagi. Lagi pula saya jarang ingat untuk memperhatikan langit senja saat pulang kerja ketika yang ada di kepala saya hanyalah segera sampai di rumah.

Kuntum yang baru saja membeli smartphone baru juga ikut momen itu. Sambil terus memotret warna langit, kami berjalan menuju sepeda motor kami.Sayup-sayup adzan Magrib terdengar. Langit yang awalnya bersemu oranye digantikan warna lembayung. Dan saya masih betah memandanginya.









Lelah hilang, senyum pun mengembang. Ayo sekarang kita pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar