Rabu, 03 Oktober 2012

Sister Brother Family


Dari kiri ke kanan Tommy Arswendo (23 Juni 1984/ 28 tahun), Wilma Prima Yuniza (23 Juni 1988) dan Ari Hardi (7 Januari 1986/ 26 tahun).


Saya anak ke-3 dari 5 bersaudara. Anak perempuan tertua sekaigus paling keras kepala di rumah. Bapak bilang, dari ke-5 anaknya yang paling punya jiwa petualang dan pemberontak adalah saya. Tapi walo begitu Bapak tetap paling mempercayai saya saat lebaran tiba untuk menghandle pengeluaran THR-nya *apa hubungannya coba?*

Kalau menurut kisah Ibu saya, saya adalah anak yang ditunggu-tunggu kelahirannya. Maklum, bapak bekerja di instansi pemerintah bernama Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ato BKKBN ato kita sebut saja lembaga yang paling concern dan  pengen tau orang ML berencana bikin anak apa kagak *uppsss* Kantor bapak sangat dekat dengan rumah kecil kami yang hanya punya satu kamar tidur dan satu kamar mandi, tinggal keluar pagar nyampe deh. Hehe, kantor bapak memang berada tepat di depan rumah kami. karena waktu itu belom ada pagarnya jadi otomatis jika kami keluar rumah melewati pagar kasat mata otomatis kami sudah berada di tanah kekuasaan kantor bapak.

Ibu saya pertama kali melahirkan pada tahun 1984, Bayi laki-laki berkulit keling dan bergigi taring (emang vampir?) itu diberi nama Tommy Arswendo. Kenapa Arswendo? Kata bapak sih karena dia menyukai sosok Arswendo Atmowiloto yang pada jaman bapak masih merupakan cowok ganteng tengil anak kota itu sering menulis di majalah HAI! *bener nih pak*.  berselang 1,5 tahun kemudian ibu melahirkan kembali seorang putra yang Alhamdulillah mewarisi kulit putihnya, Ari Hardi  pada 7 Januari 1986. Di masa itu pemerintah lagi gencar-gencarnya nge-KB-in setiap keluarga di bumi pertiwi , tapi Bapak dan Ibu nekat punya anak ke-3 yang diharapkan berjenis kelamin perempuan.

Masalah punya anak perempuan sangat krusial di dalam keluarga Minang. Pasalnya, kami menganut sistem matriakat. Garis keturunan diambil dari Ibu. Suku juga diturunkan dari suku ibu. Dalam keluarga Minang, memiliki anak perempuan ibarat memiliki pucuk. Pucuk akan berbunga dan akan berbuah.  Nggak heran jika setiap orang Minang (khususnya di wilayah Sungayang, Tanah Datar) kalo nanya anak pasti nanya berapa anak perempuannya. Kalo di jawab ada mereka akan bilang, "Alhamdulillah, ;lai ado pucuak mah --terjemahan bebas 'Alhamdulillah ada Pucuknya--". Nah kalo dalam sebuah keluarga misalnya tidak ada anak perempuannya, maka keluarga sebut disebut 'punah' -sadis bah-.  Maka ketika saya akhirnya dilahirkan ke dunia fana ini pada tanggal 23 Juni 1988 (ulang tahun barengan dengan abang tertua) ortu mutusin mengikuti program KB. Stop Beranak, berhenti di angka 2+1. Hahahaha


Tapi apa daya, yang namanya anak memang rejeki dari Tuhan, masak ditolak? Ibu kecolongan lagi di tahun 1992, lahir adik saya seorang perempuan bernama Merry Oktoza. Kecolongan lagi di tahun 1997 saat Indonesia lagi dililit Krismon dan ekonomi Indonesia lagi morat maritnya, bayi yang menjadi penutup karir mengandung dan melahirkan Ibu saya itu diberi nama Andre Septian. Ibu saya setelah itu dioperasi Sterilisasi biar nggak bisa hamil lagi.


Saya dan dua abang saya sangat akrab. Kami selalu bermain bersama dan berbuat nakal bersama. Mulai dari pergi ke TPA (Taman Pengajian Alquran woiii bukan tempat Pembuangan Akhir, lu kate pemulung!) bersama, pulang pergi sekolah bersama, bahkan mencuri buah Coklat bersama! Tidak heran jika  saya ketularan sifat laki-laki dari mereka dan teman2 sepermainan mereka yang juga berjenis kelamin laki-laki. Sampai sekarang saya juga heran, mengapa saya dulu sering menempel dengan abang saya. Herannya juga Abang-abang saya juga tidak keberatan jika saya selalu menempeli mereka layaknya kutil.

Awal saya suka baca komik juga karena Abang saya nomor 2, Ari. Awalnya Abang saya membawa saya ikut teman-temannya ke taman bacaan di Areal Pasar Bertingkat (aslinya pasar Batusangkar, cuman karena waktu itu bangunannya bertingkat 2 jadilah disebut Pasar Bertingkat). Saya yang penasaran ikut saja tanpa mengetahui apa tujuannya. Sesampenya disana, salah satu teman Abang saya menyerahkan duit receh (lupa nominalnya berapa) dan ia mengambil sebuah buku kecil bersampul gambar kartun biru (belakangan saya baru tahu itu namanya komik Jepun alias Manga). Si Teman Abang ngambil posisi duduk di sebuah bangku panjang dan serentak  kroni-kroninya (saya , abang dan beberapa anak laki-lakin dekil lainnya) mengelililngi si bocah dengan rapi dan berbagi posisi. Kami rupanya numpang baca!!!


Another funny experience adalah saat saya kelas 4 SD. Karena malas bikin PR saya dihukum berdiri di depan kelas oleh guru saya saat itu (ingat banget namanya Buk Aida, anaknya sekelas dengan saya pulak). Ditengah kegalauan dan kemaluan *uppss dihukum itu saya melirik ke arah luar kelas yang kebetulan pintunya sejajar dengan saya berdiri *pintunya terbuka lebar btw. Dan tanpa disengaja saya bersirobok pandang dengan seorang anak laki-laki yang sepertinya dari kelas senior-an , kelas 5 atau 6.  Hati saya berdebar, wajah saya langsung memerah. Aduh, seniornya lumayan unyuu. Kok ketemunya (?) saat saya lagi dihukum gini ya, ketahuan banget kalo saya paling bego di kelas. Tapi tunggu dulu, kok kayaknya kenal ya? Dan mengapa dia sepertinya tertegun melihat saya ? Oh-Em-Ji !! Dia kan Pajin (nama aslinya Fajri ) teman sekelas sekaligus teman akrab abang ! Mampossss! Saya pasti dilaporkan ke Abang saya, lalu abang akan melaporkan ke Ibu, Ibu ngomong ke Bapak. Lalu ikat pinggang Bapak yang memiliki kait besi itu akan singgah berkali-kalio di betis ceking saya. Oh NOOOOOOOOOO!! Hati saya melolong, pikiran saya berkecamuk. Saya harus menyelamatkan diri! Pajin berlalu, sepertinya dia kembali ingat bahwa tujuan dia keluar kelas adalah untuk ke Toilet, bukan memandangi saya yang lagi berdiri di depan kelas. Pajin Sial!!!! saya harus segera menyusun strategi meng-amnesiakan abang saya saat pulang nanti.


Saat masih sama-sama duduk di bangku SD, saya dan dua abang saya selalu pulang pergi bersama. Ketika saya kelas 4, abang saya nomer 1 sudah duduk di bangku SMP. Maka tiap harinya saya pulang dengan abang nomer 2.  Strategi meng-amnesiakan Abang nomer2 pun mulai saya lancarkan. Segera setelah lonceng tanda jam pulang sekolah saya ngibrit secepat kilat ke kelas 6. Saya tersenyum semanis mungkin sama abang Ari. Dan dia merespon dengan senyum balik dan mengajak saya pulang. Setelah menata perasaan yang campur aduk saya memutuskan untuk berbicara pada abang saya, "Uda, piti wil ado balabiah -Bang, duit saya ada lebih nih-" ujar saya manis. "Uda nio Lanjo ndak -Abang mau jajan tak-?". Abang saya mengernyit heran. "Ba a tu-kenapa rupanya-?". "nggak~" saya berusaha menutupi niat menyogok dalam rangka membungkam mulut si Abang. "Uda diagiah gulo-gulo tadi-abang dikasih permen tadi udah-" ujar abang sambil sambil menunjukkan lidahnya, ooo rupanya dia udah makan permen karet berbentuk telor dengan gambar kemasan dinosaurus yang kalo dimakan bisa bikin mulut kayak ketumpahan cat.

Saya masih penasaran pengen nyogok abang (capek berpindah bahasa, jd percakapan saya dengan abang akan saya indonesiakan saja) " Tadi aku ketemu si Pajin." Abang menoleh dengan heran. "He? kapan".
"tadi, pas di kelas... ng..."
"Ngapain Pajin ke kelas kamu?"
"ke toilet kali.. " dan ups saya baru menyadari. Pajin tidak cerita sama Abang! Manusia baek dia memang. Abang masih memandang saya dengan heran. saya tersenyum lega. beban saya hilang. Duit jajan yang saya sisain senilai Rp150,- selamat masih bisa saya gunakan untuk jajan pulang mengaji nanti. haha, Lucky me.

Cerita lainnya adalah waktu saya kelas 2 SD. Saya yang sakit sehari sebelumnya diberitahu teman bahwa ada tugas menggambar untuk pelajaran matematika. Jaman itu saya belum  ngeh kalo saya bisa nge-gambar. Jadi karena malas saya merengek meminta abang nomer 1 buat bikinin PR saya. Dia mati-matian menolak, Saya menangis meraung-raung. Ibu saya akhirnya ikut campur. Saya dimenangkan. Abang terpaksa mengerjakan PR saya.
Abang : "Apa yang digambar?"
Saya   : *Memonyongkan bibir sambil nunjuk gambar aneka benda di atas meja dan seorang ibu menyusui anak di belakangnnya.*
Abang : Digambar ibunya juga?
Saya   : *Mengangguk*
Abang : Yang benar?
Saya  : *sewot* ya emang itu PR-nya kata teman,.
Dan akhirnya abang saya terpaksa menggambar aneka benda di atas meja dan ibu menyusui di belakangnya. Abang saya jago gambar memang, hasilnya adalah gambarnya sama persis dengan yang dibuku. Ibu menyusuinya juga!

Keesokan harinya...
Teman : Kumpulin PR..
saya : *nyerahin PR dengan halaman tugas terbuka*
Teman : Lho, kok ibu-ibunya digambar juga?
saya  : *tebego*
Teman : Ibuk guru bilang gambar benda yang di atas meja saja.
saya  : *WTF !*
Teman : Gini lho maksudnya.. gambar benda2 yang ada di atas meja. ini kan bentuknya segitiga, tabung, trapesium, blah blah blah...
Rupanya saat saya tidak masuk sekolah karena sakit teman-teman saya sedang mempelajari berbagai bentuk dan ruang! makanya disuruh menggambar. Pantesan, saya juga heran kenapa pelajaran matematika malah PR-nya menggambar. Hasilnya? saya jadi bahan ketawaan teman-teman sekelas. Selain PRnya salah saya dapat bonus ketahuan tidak mengerjakan PR sendiri.

Selasa, 02 Oktober 2012

Ghost Stories of Mine




Anda percaya dengan yang namanya makhluk gaib? Anda punya pengalaman bersinggungan dengan makhluk gaib? Atau saudara anda pernah mengalami kisah mendebarkan, menyeramkan atau malah romansa dengan makhluk gaib? kalau begitu anda cocok jadi anggota baru Gosht Lover Club! *halahhhh*




Saya bukan orang penakut, (bener kok saya bukan penakut yang mo kencing aja mesti ditemani karena ada gosip toiletnya dihantui, ato saat jurit malam saya juga bukan orang pertama yang lari tunggang langgang karena melihat penampakan 'pocong' senior). Namun hal yang bikin orang heran, dan tentunya saya juga, saya takut nonton film horor. Segala macam horor! Mulai dari horor klasik tentang haunted mansion or places, kesurupan, pembantaian sadis berdarah2 de le le pasti saya hapus di list must see movie saya, Walo pun itu film blocbuster ato peraih penghargaan bergengsi tinggi. Saya emoh nonton film horor. Tidak heran makanya sampai sekarang saya belum menonton satu pun film horor found footage Oren Peli yang booming maha dahsyat, Paranormal Activity.


Saya penasaran sebenarnya kenapa saya nggak mau atau dibilang TAKUT nonton film horor, sampai akhirnya saya sampai pada kesimpulan HANTU di film, HOROR itu lebih MENYERAMKAN dari HANTU yang saya (kira) saya lihat sendiri di dunia nyata. Bukan, saya bukannya ketemu Casper dan trio hantu usil yang rese itu. Bukan juga ketemu si Manis Jembatan Ancol. Tipikal makhluk gaib yang saya(kira)  temui itu tidak pernah benar-benar utuh alias konkret. Jika di film  horor setan dan kawan-kawan digambarkan dengan solid sehingga jika kamu tarok di bawah mikroskop bakal keliatan detail-detail tubuh kesetanannya. Makhluk gaib tersebut selalu terlihat dalam bentuk gumpalan awan gelap, kilasan sosok putih dan ya.. suara berbisik. Tidak pernah muncul utuh seperti posong dengan darah2, belatung dan tanah kuburan yang menempel. Dan hal itu membuat saya bersyukur, coba munculnya beneran kayak di film? mampossss,


Salah satu pengalaman gaib saya yang paling saya ingat adalah saat masih SD. Alkisah di tahun 2000, saat itu saya kelas 6 SD, saya tinggal di kampuing bersama nenek saya. Nenek saya nih udah tua renta, saat peristiwa ini berlangsung umurnya sudah memasuki kepala 8! Nah, si nenek ni suatu hari maksa saya buat nemenin dia mengambil air di sumur tua di bekas bangunan Rumah Gadang keluarga besar kami (FYI saya gadis suku minang totok yang menganut matriakat. Keluarga besar Ibu saya adalah keluarga kaya *dulunya* dan tinggal di satu Rumah Gadang-rumah adat suku minang- besar yang cukup disegani di masa jayanya. nah rumah gadang ini akhirnya dirubuhkan dan tanahnya dibagi-bagi oleh para etek2 dan mamak saya ). Berhubung itu sumur terlantar saya sempat nolak. Gile aja ke sumur tengah malam. mo nyari perkara sama setan *saya agak2  lupa alasan nenek mengajak saya ke sumur, yang pasti dia mengambil air sumur tersebut sebagai salah satu syarat obat sakit rematiknya konon katanya* akhirnya air sumur berhasil di ambil dan disimpan di dalam botol aqua. Nah, setelah berhasil kami pun pulang ke rumah yang berjarak cuman 20 meter dari sumur itu khekhekhekhe *tapi tetep aja seram lho ke sumur tengah malam, sumur tua, udah dikerubutin ilalang dan nggak kepake lagi*.  Saya kembali ke peraduan dengan damai dan tidur dengan nyenyak. karena esok mau sekolah, saya berencana untuk tidur pulas sampe jam 7, jadi begitu bangun langsung mandi skip solat subuh skip breakfast. Namun Tuhan berkehendak lain ! ditengah lelap saya tertidur *saya ingat sekali saya sama sekali nggak bermimpi*  sayup terdengar suara seorang pria -karena suaranya nge-bass saya yakin itu suara cowok- berkumandang di kuping saya. He said ,"Wil... bangun wil. shalat subuh dulu nak." Cuman 1 kalimat pendek ! cuman 1 panggilan singkat dan saya lanngsung terhenyak. Bangun dan langsung susuk dengan mata terbeliak. My eyes wide open. Sama sekali tidak terasa berat *khas orang2 yang habis begadang* dan bersamaan dengan itu Adzan subuh berkumandang. Nenek saya melewati saya dan berkata, "Sholat dulu, habis tu makan. nasi sudah masak."

Setelah itu sepertinya saya semakin aware dengan 'kegelapan', tapi masih tidak se-aware orang2 yang memang punya indera ke-6 sih. pengalaman saya yah seperti saya bilang di awal, hanya sosok tidak jelas, tidak utuh, tidak solid, yang sering menemani malam saya sewaktu masih kos di daerah padang bulan -___-"

Sampai suatu ketika saya keceplosan cerita sama si Mama bahwa saya pernah iseng foto pake hp berdua temen di pojokan ruang tamu. Hasilnya malah bertiga! kalo yang ini sumpah serem. Wajah peserta foto bareng ke-3 terlihat seperti karakter hantu di film-film. Saya dan kawan sepakat langsung menghapus. Tidak mau menjadikan ini sebagai sensasi. Diam dan lupakan.  Si mama marah karena dia cukup sensi dengan hal2 mistik soalnya* Akhirnya dia lapor si papa yang juga akhirnya marah. "kok nggak dikasih tau??". Saya mingkem.


Beberapa bulan kemudian si mama tiba-tiba bercerita kepada saya soal itu lagi, Dia bilang si papa pergi bertanya pada seorang penasehat spiritual (kalo di kampung dipanggil Dukun) yang cukup dekat dengannya perihal ini. "Trus, si bapak itu bilang apa?" tanya saya nggak minat. Wong orang udah mo lupa kok. Lagian seremnya pas hari H aja. Nggak traumatis2 amat sampe bikin w ga mau masuk rumah . " Katanya nggak apa-apa. Itu pelindung kamu katanya." Saya bengong. God, good news. I have my own private guardian angel?

Ini hanya secuil dari Ghost Stories of Mine. Bagian terseram? kata mama saya dulu waktu kecil saya selalu menangis, menjerit histeris udah magrib, belum lagi doyan mimpi sambil berjalan. Sampe-sampe saya udah diboyong ke dukun sana, paranormal sini, orang pinter itu, orang sakti ini *baru nyadar kalo dulu waktu kecil saya selalu pake kalung 'anti' palasik* Nah anehnya, ada satu ingatan yang belakangan semakin jelas muncul di kepala saya. Ingatan itu adalah saya berada di tempat tinggi seperti pohon, ada yang memegangi dibelakang supaya saya nggak jatuh. sementara orang-orang kampung memanggil-manggil nama saya. Main petak umpetkah? I dont know. Karena sosok yang memegangi saya waktu itu saya nggak begitu ingat wujudnya.  Well, entah itu cuman khayalan saya saja, saya nggak tahu. Yang jelas peristiwa yang saya tulis di atas adalah ghost stories of mine yang paling melekat di ingatan saya disamping kisah-kisah lainnya.


So, what's your ghost stories?

Senin, 01 Oktober 2012

Days of Lajangers

Tanggal 1 bulan Oktober. Alkisah 3 perempuan muda berencana melaksanakan misinya untuk menjelajahi dunia per-mall-an demi satu tujuan, shopping (baca:ngabisin duit) awal bulan. Kenapa di awal bulan? well, walo perih tapi harus kukatakan kami adalah pegawai instansi orangtua damai sejahtera makan gaji buta alias masih nadah sama dompet ortu. Alkisah, perjalanan diawali dengan menaiki angkot berwarna kuning cerah berangka merah 108 tujuan akhir Gaperta. 3 dara manja itu menaiki angkot dengan outfit nyaris seragam (dominasi abu2 sangatlah kentara, nyaris disangka kembar tiga). Menempati posisi bangku paling ujung bin terpojok dan terjepit diantara penumpang lainnya dan speaker segede mesin ATM mereka saling melempar senyum pahit. Tak apa lah menderita sementara, sebentar lagi juga ceria ketika dompet kembali berbunga-bunga. Perhentian utama adalah toko buku Gramedia. Niat awalnya adalah nge-cek rekening masing2 di ATM dan setelah itu 2 diantara para dara yang berstatus pencari kerja berniat membeli buku panduan penggunaan Excel bagi yang super bego dan ga pernah tau apa fungsi excel walo terinstal sejak 5 tahun lalu sejak pertama dia punya laptop dan buku bahasa inggris untuk tes dan wawancara kerja *bah, ketauan kali yang punya blog pengangguran nyata* Begitu turun angkot, 3 dara terpana oleh kejutan yang menantinya. Gramedia lagi sale! yeah.. outdoor sale yang notabene didominasi buku2 tahun jebot. And u know wat? masih aja orang gramed ni ngeluarin buku "Gaul di Friendster". Makjang... Apa yang ada di benak orang ni lah, facebook aja udah senyap karna usersnya pada migrasi ke twitter, konon lagi friendster. Dengan label Rp 5000 pun keknya ga bakal ada yang beli lah. -_____- " Oke, kisah berlanjut... akhirnya 3 dara tergoda mengobrak abrik buku2 obralan yang ada. mereka dengan segera menerjang tumpukan buku dari segala arah, secara harga buku dimulai dari lima ribu rupiah saja! Dan akhirnya beberapa buku terjaring razia. Serba lima ribu. Buku Lama (terbitan 5 tahun yang lalu lah). Patut untuk dikoleksi dan dibaca ulang.
dan di atas adalah beberapa buku gocengan yang 3 dara peroleh saat menerjang Gramedia Gajah mada, selain itu masih ada buku2 lainnya yang kurang keren untuk ditampilkan. Setelah dari Gramedia, the 3 Lajangers menuju Plaza Medan Fair. Tujuan awal Si lajang 1, yaitu orang yg ngepost tulisan ini, berniat membeli sebuah tas kulit tah itu sintetis ato pun aseli sapinya, buat dipake pergi2 interview kerja. karena udah malam, mereka sepakat makan dulu. setelah makan barulah berbelanja lagi. Sebelum ke Toko yang diniatkan, mereka malah mampir ke supermarket tanpa mempertimbangkan jumlah umat dengan sekontainer belanjaan bulanan yang akan memperlambat langkah mereka. Saat di supermarketlah Dara 2 berbodi aduhai menemukan fakta bahwa shampoo langganannya telah habis terjual dan saat berita ini diturunkan masih out of stock. karena bingung dan labil akibat kecewa mendalam ia tergoda membeli shampoo merek baru masuk Indonesia. Pelan namun pasti mereka mendekati rak promosi shampoo yang dijaga SPG berambut Indah. SPG : Mbak, Shampoonya. Lagi promo lho. Beli sekalian sama conditioner dapet bonus sisir dan voucher nonton di 21. dara 1 dan 3 : *kompak nunjuk dara 2 yang lagi diladeni SPG lainnya* dia yang mo beli shampoo mbak. Dara 1 : Ce', beli aja. dapet bonus sisir tuh. kau kan mabok tak punya sisir aje tuh di rumah. mending beli shampoo ni kau dapet sisir berbonus voucher nonton pulak. Eh.. si dara 2 akhirnya BELI shampoo tersebut sodara2! Dara 1 dan Dara 3 sangat happy dan segera berencana nge-midnight di bioskop terdekat. Akan tetapi... SPG : Mbak, maaf ya. voucher 21 nya abis. Mbak datang aja lagi Rabu ya. bawa bukti pembelian ini untuk ditukar sama vouchernya. Dara 1,2,3 : *Kecewah* Setelah urusan per-shampoo-an kelar, 3 dara menuju kasir yang rata2 dipenuhi antrian umat manusia. Tak ada yang sepi, tak ada yang renggang dan bisa disalip. Dengan pasrah mereka mengantri random dari sekian banyak kasir yanga ada. Tunggu ditunggu, detik berlalu, menit pun berlalu sampe jam pun berdentang. antrian tak bergerak sedikitpun. Apa pasal? Kasirnya cuman bekerja sendirian sementara ia melayani seorang gadis yang berbelanja Snack 2 trolli penuh. Oke lah kalo snacknya dikardusin, Ini satu snack 5 aneka rasa berbeda dan harga berbeda. Minuman varian rasa berbeda, harga juga beda. bahkan ibu2 ber-tas-PRADA-KW-SEMI-SUPER yang tadinya sejajar dengan mereka sudah selesai membayar barnag belanjaannya di kasir sebelah. satu jam menunggu akhirnya sampai jua giliran mereka. dengan raut muka lelah membayar semua barang belanja dan masukin ke kantong plastik sendiri *self service demi mempercepat antrian. bukan 3 dara saja yang letih menunggu soalnya* Finally, mereka benar2 lelah untuk lanjut ke TOKO berikutnya. namun karena si Dara 1 maksa akhirnya mereka naik 1 lantai untuk menemukan bahwa tokonya tutup sudah. Pulang deh....

Selasa, 25 September 2012

Day Dreaming

I Love "Once Upon A Time" TV series created by Adam Horowitz and Edward Kitsis . Saya memang tipikal dreamy girl yang terlalu imajinatif sejak kecil apalagi sering direcoki sama cerita2 fairytale. baik itu local mau pun international *caelahhh* Semakin bertambah umur, fairytale semakin nggak meyakinkan buat saya. 

Kalau dulu kisah Prince Diana dan Pangeran Charles terlihat seperti fairytale come to reality , sekarang saya melihatnya sebagai sebuah kebetulan yang mengagumkan dan tidak terjadi setiap saat. Coba bayangkan, apakah setiap hari seorang guru taman kanak2 akan bertemu pangeran calon pewaris tahta di kesehariannya? plus, Diana adalah seorang keturunan bangsawan, itulah kenapa dia bisa menikahi Prince Charles. Begitu pun dengan Kate Middleton. Jika orang tuanya tidak menyekolahkannya di Eton apa mungkin William akan bertemu , tersipona dan jatuh cinta padanya?

no way... fairy tale itu g eksis, thanks God saya sudah terbangun dan melihat realitas HA HA HA Tapi yang namanya suka, walo gimana pun pasti teteup suka. Fairytale tetap menjadi my guilty pleasure. Baik itu saat menggambar ( gambar figur yang pertama kali saya lakukan adalah putri dengan rambut pirang bergaun megar dan bermahkota), membaca buku ~yeah i love to read love stories dengan sedikit bumbu a la fairy tale, apalagi tontonan televisi ,mau pun pelem. Saya sukaaaaaaaaaaaaa dongeng2 indah, fantasi yang diwujudkan lewat gambar bergerak dan suara. 

Makanya saya tidak akan melewatkan animasi barbie series di TV hehehehe. Apalagi jika ditunjang dengan sinematografi yahud dan musik latar yang Pas! Ciamik Dah ! dan gambar di bawah ini adalah salah satu usaha saya mewujudkan fairytale dalam kepala saya mengenai Red ridding Hood. Kisahnya agak2 dibuat beda. Red Ridding Hood adalah gadis 16 tahun yang sebentar lagi berulang tahun ke-17. nah, sehari menjelang hari ulang tahunnya, Nenek yang sudah lama tidak berhubungan dengannya meninggal dan meminta lewat lawyernya agar Red datang ke pemakamannya sebagai salah satu syarat untuk mewarisi harta kekayaannya. Nah, si Red ni Punya emak tiri yang punya magic charm, awet muda dan licik. Ia berniat menggagalkan usaha Red menuju ke acara pemakaman si nenek. Si ibu tiri berhasil menyesatkannya, namun Red bertemu pria tampan di tengah kebingungannya. Walau awalnya bertengkar tapi Ia bersedia membantu setelah mengetahui tujuan Red... jadi Sodara Sodatra akankah Red berhasil datang ke pemakaman neneknya tepat waktu ??????? Mudah2an saya dapat inspirasi untuk menuliskan kisah lengkapnya =p

Kamis, 23 Agustus 2012

Boys Band & Girls Band

I'm a big fans of Boys band and girls band. Pada usia remaja tepatnya 13 tahun yang lalu. Boys band yang pertama kali saya kenal adalah Westlife. WHy Westlife? padahal sebelum Westlife muncul sudah ada boysband-boysband terdahulu yang menjadi inspirasi munculnya Westlife. Jawabannya sederhana, akses hiburan saya di jaman itu cuman TVRI. Saya paling ingat pertama kali mengenal Westlife adalah ketika menonton acara berita TVRI bertitle "2 Jam Saja". di akhir acara biasanya TVRI selalu memutar klip musik barat terbaru, dan taraaaa saat itu lah universe mempertemukan saya dengan Westlife. Klip yang diputar saat itu adalah Swear it Again... Soal Girls band yang pertama kali saya kenal tentunya Spice GIrl! walaupun sedikit telat kenalan sama Goddes of spices ini (tahun 2000-an, saat itu lagu mereka yang saya dengar pertama kali adalah Holler) Spice Girls def Rocks my World! And these are Girlsband and Boys band my version!

another orat oret

saya perempuan berhijab yang sangat jarang mengambar perempuan berhijab. saat ide untuk menggambar ini muncul, saya lagi nongkrong wasting time sambil numpang makan di kos-an temen daerah padang bulan. there are 3 girls yg stay disana, Anum, Tami dan Sari. Tami dan Sari adalah duo sederhana yg suka fashion, sementara anum adalah gadis lugu yang belakangan mulai concern sama fashion gara2 berteman dan bertatap muka nyaris tiap hari dengan 2 orang yg namanya disebut di awal.. dan taraaa... jadilah gambar dibawah ini untuk merayakan persahabatan mereka...

Selasa, 03 Juli 2012

sexy lady ...

meski w cewe, tapi kalo soal menggambar kayaknya cewek sekseh itu lebih artistik dibanding cowok sekseh. tapi w masih normal lho... cuman gmnaaa gt rasanya gambar cowok topless, agak2 juijayy w nge-gambarnya palagi pake dibayangin di otak w segala... saat ini w lg getol2nya blajar edit gambar w a la kadarnya pake pgotoshop. mudah2an ada peningkatan dr hari ke hari, amien!
BG nya mang sengaja putih karna saya belum mampu menciptakan BG laut yg asoyyy gt... Yosh, fighting!