Sabtu, 13 Oktober 2012
Sunday Lazy Day
Minggu ini saya bangun pada pukul 08.27 WIB setelah tidur nyaris selama 15 jam ! Yah, kemaren saya bangun pada pukul 11.00 WIB, setelah tidur selama 5 jam alias baru tidur pukul 06.00 WIB pagi harinya. Benar-benar luar biasa. tidur selama 15 jam ternyata nggak bikin badan enak sama sekali. Yang ada lemas, loyo, mata langsung sensi kenak cahaya matahari dan jari-jari saya lemes dari tadi.
Ninja Girl
Saya pengen jadi ninja saja. Terlahir disebuah kampung yang turun temurun menggeluti profesi yang sama dan melestarikannya sampe anak cucu cicit dan seterusnya. Menjaga citra majikan dan abdi yang setia. Plus mewarisi bakat menjadi mata-mata.
Rabu, 10 Oktober 2012
The Apple Witch
This is a story about percintaan yang melibatkan dua saudara laki-laki dengan seorang perempuan misterius. Perempuan itu hadir di desa tempat mereka tinggal saat kekeringan menahun melanda. Akibatnya banyak penduduk desa yang berniat pindah dari desa tersebut dan menjual murah tanah dan properti mereka. Kedua lelaki bersaudara ini telah yatim piatu dan hidup dari hasil kebun apel mereka.
I Am Madly In LOVE with Dance Flicks & Musical
Selain nonton RomCom gaje saya paling doyan nonton pelem yang ada goyang2nya dan nyanyi2an. Nonton pelem konvensional pun saya juga paling concern dengerin musiknya. Jadi nggak heran kalo pelem dah ada tulisan The End nya pun saya masih nunggu sampe credit tittlenya karena penasaran dengan lagu latar yang saya sukai di film tersebut. Sayangnya kalo nonton pelem di bioskop sering di skip credit tittlenya karena pengumuman FILM TELAH BERAKHIR SILAHKAN PERIKSA KEMBALI BARANG BAWAAN ANDA blah blah blah. Heran nih bioskop, orang datang ke bioskop kan biar bisa mengapresiasi karya sineas nah pas giliran nama2 sineasnya muncul di credit tittle malah dihilangkan -___-.
Untuk mengatasi hal itu biasanya saya nyamperin om google dan nanya list OST pelem ini itu dengan mendetail yang berujung pada di redirect-nya saya oleh om google ke macem-macem situs download lagu, baik itu gretongan atau pun berbayar.
Film musikal yang paling berkesan di kepala saya banyak, tapi saya doyan nonton August Rush dan School of Rock berulang-ulang. August Rush mungkin cheesy dari segi cerita, tapi saya hanyut dan larut bersama petualangan besar Freddie Highmore dalam pencarian kedua orang tuanya secara musikal. Kalau School of Rock mah film favorit saya semasa SMP dan menjadi film Jack Black kesukaan saya sampe sekarang. Lain dengan My Blueberry Night, yang belakangan baru saya ketahui kalau itu disutradarai oleh Wong Kar wai, yang awalnya saya tonton karena saya naksir Jude Law. Mata saya terpukau oleh sinematografinya dan suara Norah Jones yang bikin saya terbego sambil senyam senyum sendiri di depan lap top. And Yes the epic ending scene kissing on the tablenya stick in my mind like a glue.
Kalau film Asia saya suka The Longest Night in Shanghai. Film proyek kerjasama Jepang dan China ini saya tonton di salah satu saluran TV berbayar yang khusus nayangin film-film Hongkong, tapi kadang diselingi juga dengan film Jepang dan South Korea. Ini jelas bukan film musical apalagi dance, tapi lagu-lagu yang diputar sepanjang film sangat menghanyutkan. menambah nuansa melankolis di dalam film ini. Ngomong-ngomong soal The Longest Night in Shanghai, karakter utama prianya dimainkan oleh Masahiro Motoki. Ia adalah aktor Jepang yang juga memegang karakter utama di Academy Award winner movie for Best Foreign LanguageFilm , Departures (OKURIBITO).
Senin, 08 Oktober 2012
Happy Wedding
Seorang teman teman masa SMA menulis status "Disaat satu persatu teman mengirimkan wedding invitation, menimbulkan sebuah pertanyaan besar, giliran saya kapan ?? :D " Wow, Di usia yang menginjak nyaris seperempat abad ini para sahabat perempuan saya sudah mulai memikirkan masalah berumah tangga. Kalau saya? -____-"
errr...
Menikah? Berumah tangga? Settle down?
Jauhhhhhh. Masih sangat jauh permasalahan itu terlintas di kepala saya. Pernah orang tua saya, dalam kasus ini Ibu saya bertanya perihal jodoh saya,
Ibu : Siapa pacarmu sekarang? Kalau udah ada ya dikenalin lah... jangan disembunyikan.
Saya: Nggak, nggak ada kok. Jadi nggak ada yang musti dikenalin dan disembunyiin
Ibu : Perempuan tu bagusnya menikah di usia 25 lho...
Saya: Saya nggak pande pacaran Bu, jadi nanti umur 28 ibuk cariin aja pria tampan nan mapan yang bersedia dinikahkan dengan saya..
Menurut hasil sensus penduduk tahun 2010, 50% penduduk Indonesia berjenis kelamin perempuan menikah di Usia di bawah 19 tahun. Sangat muda memang. Rata-rata pernikahan dini ini terjadi di daerah-daerah pedesaan namun di daerah perkotaan juga banyak terjadi pernikahan dini, khususnya di kalangan masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah. Selain fakta mengejutkan di atas, ada hal lain yang juga cukup mengejutkan bahwa menikah di usia di atas 30 tahun tidak lagi menjadi hal yang tabu bin memalukan. Rata-rata perempuan yang menikah di atas usia 30 tahun adalah perempuan yang memiliki karir. Tipikal perempuan karir ini memiliki riwayat pendidikan yang bagus dan memiliki pandangan yang lebih logis atau kalau nggak terlalu 'kritis' terhadap lembaga pernikahan.
Saya masuk golongan mana?
Belum tau ding,
Pernikahan bukanlah hal yang saya prioritaskan di usia 24 tahun. Entah kalo saya sudah berusia 39 tahun, hopeless takut akan kesendirian di hari tua, saya akan turun ke jalan dan menikahi pria mana pun yang bersedia. Hahaha
Book-EK
Ini perasaan saya saja atau memang harga-harga buku dan majalah bekas di Titi Gantung tu semakin melangit?
Titi Gantung atawa Lapangan Merdeka udah jadi spot favorit saya sejak pertama kali menjadi anak gaul di kota Medan. Awalnya beli-beli komik dan kamus bahasa Jepang bajakan, lama-lama saya merasa betah sekedar sight seeing disana apalagi sudah punya tempat langganan yang doyan traktir teh botol kalau saya mampir, hehehe.
Puncak aktivitas saya di Titi Gantung terjadi saat bekerja sambilan disebuah Toko buku merangkap rental buku dan sempat berekspansi menjadi kafe sebelum akhirnya gulung tikar, Rumah Buku Medan. Karena Boss Woman tahhu saya sering nyatronin lapangan merdeka buat hunting2 komik, novel dan majalah.. boss woman akhirnya sering mempercayakan pembelian novel dan komik baru untuk barang jualan kepada saya. Kadang saya ditemani oleh sang boss women, lebih sering sendiri karena boss women sibuk dengan kerjaannya yang lain.
Masa-masa mengerjakan sekeripsi juga merupakan waktu dimana saya nyaris tiap minggu ke Titi Gantung -untuk selanjutnya disebut Tigan-. Galau sedikit dengan dosen saya ke Tigan nyari komik dan novel. Sekeripsiong di corat coret disuruh revisi saya tersesat ke Tigan dan malah makan mie ayam. Sidang saya terus menerus ditunda saya kabur ke setasiun kereta api di depan tigan buat menenangkan diri ke Perbaungan.
Mungkin karena keseringan, saya sampai nggak sadar bahwa pelan naik dan semakin naik. Jika dulunya novel-novel bekas masih bisa dapet 10000, sekarang 25000 dan kalo nawar pasti dicuekin. Novel baru yang biasanya masih bisa kita bei dengan harga 15000 sekarang berganti gaya penjualan.
Saya : Bang, berapa nih? *nunjukin novel karya penulis Jepang yang nggak begitu populer*
Abang Tigan : 40 (ribu maksudnya), dah korting 30% tuh dari harga aseli.
Saya : Mata melotot dan hidung mengembang *Serius Lo ?*
So, Tigan sekarang udah menjadi layaknya toko buku diskon yang ga murah-murah amat. Beda harga antara di Toko Buku besar dengan Tigan sekarang berdasarkan korting 30 %. Yang bikin sebal tu, pernah saya menjumpai sebuah buku yang menarik minat,
Saya : Berapa ni bang?
Abang Tigan : 50 ribu dek, baru masuk itu.
Saya : Mahal amatttt ! Ini Gr*media atau Titi Gantung sih?
Karena kemahelan saya nggak jadi beli. Tanpa direncanakan saya si hari yang sama setelah dari Tigan mampir ke ATM Gr*media Gajah Mada dan menemukan bahwa disana lagi ada cuci gudang buku-buku Gramedia. And You know wattttt? Buku yang kate si pedagang buku Tigan harganya 50 rebu dijual seharga 25 RIBU saja di parkiran belakang Gr*media Gajah Mada !
Dan siang ini saya kembali ke Tigan untuk mencari buku mengenai microsoft excel. Namun buat jaga-jaga saya juga berniat mencari novel-novel bagus untuk dikoleksi *apa hubungannya coba?* dan yah... Untuk 2 novel saya kenak charge 65 rebu, 2 majalah Harper's Bazaar Indonesia keluaran tahun 2011 dan Vogue Australia keluaran 2011 saya kenak 25 rebu, satu buku Microsoft office 2010 saya kenak 25 rebu, dan dua mini ensiklopedi fashion saya kena 25 rebu...
Tapi memang tidak ada tempat lain yang lebih menyenangkan dari pada Tigan. Walau harganya makin naik, dan gosipnya juga pemerintah kota Medan mau merelokasi usaha para pedagang buku disana saya merasa harus maklum juga. Harga buku di toko buku aja sudah meroket dari kemaren-kemaren, rasanya wajar juga kalau harga buku di Tigan ikut-ikutan naik. Tapi tetap saja sedihnya saya adalah harga komik baru yang biasanya cuman 7000 dan kadang malah 20 rebu dapat 5 bijik sekarang harga satuannya sudah 10000 !
Minggu, 07 Oktober 2012
Pre Wedding Madness
Biografi penulis :
Wilma Prima telah berkecimpung dalam dunia per-fotografi pre-wedding selama hampir 1 tahun. Pengalaman kerjanya di dunia pre Wedding photography meliputi tugas-tugas paling sulit diantaranya mengamankan pakaian pengantin, menghalau anjing liar yang mengganggu jalannya pemotretan dan menghibur pengantin perempuan yang mengalami marriage blue termasuk over paranoid, panick attack dan konstipasi.
Pre-wedding telah menjadi sebuah kebutuhan yang nyaris mutlak bagi pasangan yang berniat melanjutkan hubungan ke tahap yang paling serius, MENIKAH. Berawal dari sebuah tren, pada perkembangannya menjadi sebuah kebutuhan. Dalam dunia yang berkembang dengan cepat ini, modernitas telah menyentuh berbagai aspek kehidupan di masyarakat. Kebudayaan asli kini tidak lagi menjadi eksklusif dan mulai permisif terhadap sentuhan-sentuhan baru dari dunia luar.
Sejak terjun secara tidak sengaja ke dunia per-pre-wedding-an saya banyak mengalami pengalaman yang lucu, haru biru bahkan menggemaskan sampai kadang saya pengen menjambak sanggul si calon pengantin dan menonjok lensa mahal si fotografer. Bagaimana tidak bekerja dengan fotografer freelancer dengan pekerjaan juga status freelancer (alias buruh lepas) dengan jam kerja terkadang gila-gilaan membuat emosi kadang turun naik seharian. Konon lagi kalau sedang berhadapan dengan siklus bulanan.
Pengalaman paling mengesankan adalah mengerjakan 3 pre-wedding selama 3 hari berturut-turut. 2 pre-wedding klien dan 1 pre-wedding si fotografer. 'Mengesankan' disini artinya bisa berbagai hal. Meninggalkan kesan menjemukan, menjengkelkan, membosankan dan lain sebagainya. Dengan 2 klien awal yang lokasi pre-wedding sama dan tanpa konsep yang jelas membuat saya sebagai asisten mati gaya, mati akal dan mandeg. Hari pertama mungkin akan lebih santai walau kliennya bossynya minta ampun. Hari ke-2 sungguh menjemukan. Mengulangi arahan yang sama dan meladeni gaya yang sama membuat saya eneg dan mulai ogah-ogahan. Konon lagi hari ke-3 dimana yang ditangani adalah si fotografer itu sendiri. Saya lelah dan mengantuk dan satu-satunya yang ada dikepala saya adalah ingin tidur. Apalagi saat pemotretan pre-wedding si fotografer ada 2 fotografer dan 1 asisten lain selain saya. I almost have nothing to do but helping the bride changing her costume. Berawal dari pengalaman ini saya mulai membangun berbagai ide di kepala bagaimana agar pemotretan pre-wedding menjadi tidak menjemukan dan efisien secara waktu dan tempat.
1) Before Pre-wedding
Pemilihan fotografer adalah hal yang sangat penting dalam pre-wedding. Bagaimana tidak, fotografer adalah pihak yang akan menerjemahkan image anda dalam foto-fotonya. Penting sekali bagi calon pengantin untuk mengadakan riset mengenai fotografer atau studio yang hendak dipakai jasanyanya. Baik dengan cara bertanya langsung mau pun mereview testimoni klien-kien fotografer atau studio sebelumnya. Dengan cara ini calon pengantin akan mendapat gambaran jelas mengenai hasil kerja dan cara kerja fotografer bersangkutan.
Setelah menentukan fotografer atau studio idaman, kalau bisa persiapkan beberapa option (2-3 pilihan) tentukan budget yang anda keluarkan. Studio mau pun freelance fotografer umumnya memiliki paket-paket dalam layanan mereka. Jika studio menangani segala sesuatu dengan profesional dan mendetail, maka beda dengan freelance fotografer yang biasanya hanya menangani jasa fotografi dan cetak hasil. Berurusan dengan fotografer freelance maka anda juga berurusan dengan make-up artist lain, wardrobe studio lain, dan properti-properti lain. Namun beriurusan dengan freelance fotografer memungkinkan anda mengatur budget dengan lebih detail dan meminimalisir transaksi-transaksi tidak penting dalam prosesnya.
Setelah 2 hal tersebut diputuskan, maka tentukanlah konsep yang anda inginkan. penentuan konsep sebenarnya bisa dilakukan di awal, setelah anda tahu konsep yang anda inginkan maka anda bisa dengan mudah menentukan dengan pihak mana anda cocok bekerjasama. tapi jika di awal anda belum yakin dengan apa yang anda inginkan, fotografer dapat membantu anda membangun konsep pre-wedding idaman anda termasuk masalah lokasi karena tentunya fotografer lebih berpengalaman dalam hal tersebut.
Alangkah bagusnya jika anda melakukan komunikasi yang intens dengan fotografer anda. Khususnya saat membahas konsep. Berurusan dengan fotografer freelance berarti anda mengurus semua properti pemotretan anda sendiri. Setelah menentukan tema maka buatlah list kebutuhan properti anda dan tentukan lokasi eksekusi apakah itu out door atau indoor. Selain itu pastikan kebutuhan kru anda. Fotografer biasanya membawa seorang asisten, tapi itu adalah asistennya, bukan asisten anda (pengalaman pribadi). Seorang asisten akan meringankan beban anda selama proses pemotretan berlangsung. At least anda punya seseorang untuk membantu anda sekedar mengencangkan korset dan mengambilkan air minum dan membawakan wardrobe anda yang bejibun. Dan asisten ini sebaiknya perempuan, karena yang paling butuh adalah calon pengantin perempuan.
Setelah persiapan properti maka wardrobe menjadi hal berikut yang anda perhatikan, Pastikan anda fitting wardrobe sebelum hari H. Jangan sampai di hari H wardrobe anda ternyata kebesaran atau malah parahnya kesempitan. Jika memungkinkan ada baiknya jauh-jauh hari sebelum hari H anda sudah melakukan perawatan tubuh. Hal yang paling lazim saya temui dalam pemotretan adalah pengantin perempuan bermasalah dengan jerawat dan pengantin pria walau bertubuh proporsional dari luar ternyata perutnya buncit *sighhh* .
2) Hari H
Saat hari H pastikan tubuh anda fit dan juga relationship anda dengan pasangan fit ! Rasanya menyebalkan mengurus pre-wedding pasangan yang sedang bertengkar. No chemistry dan sulit untuk diarahkan. rasanya pengen cepat2 bilang, OK that's a wrap ! Lets go Home, seriously !
Pastikan kendaraan tempur sedia dan dalam keadaan fit. Nggak lucu dong kalau acara pre-wedding anda terganggu karena si mobil mogok?
Cash money prepare. Dalam setiap prewedding baik itu with freelance maupun studio biasanya akomodasi ditanggung klien, jadi sediakan cash money yang cukup walau untuk sekedar bayar parkir atau membeli sebotol aqua.
Chek and re-check. Pastikan semua wardrobe dan properti telah sedia dan lengkap saat di dimasukkan ke bagasi. Juga pastikan kembali lokasi yang ingin dituju available. Kru yang terlibat juga sudah ready to pack. hehe
Last bt not least berdoalah semoga cuaca mendukung eksekusi anda, jika memang lagi sial dan hujan turun sebaiknya anda punya back up plan juga agar pre-wedding anda tetap berjalan dengan sempurna.
Ok, that's a wrap everybody, lets do it !
Jika anda butuh fotografer untuk prewedding anda kontak saya saja... untuk lebih meyakinkan anda kunjungi blog jasa fotografi saya dan sahabat di http://trotoa.wordpress.com/ .
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Suka baca komik, suka nonton anime, suka harajuku style, dan koleksi elektronik rumah tangga bermerek So*y, T*shiba, Mi*ako, etc menjadi a...
-
Gerbang masuk Rumah Pohon Literasi yang berada di kaki Bukit Bungsu, Nagari Pagaruyung Berwisata ke Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tan...
-
Destinasi pertama saya begitu melewati gerbang masuk Sawahlunto adalah makam salah satu Pahlawan Nasional Indonesia, Prof. Mr. Mohammad...







