Kamis, 09 Februari 2017

Jelajah Pariangan Part 3 : Aia Najun Batang Bangkaweh


"Indak jauah do, paliang saratuih meter dari mushola tampek mamarkir onda beko."

"Tidak jauh kok, paling hanya seratus meter dari mushola tempat memarkir sepeda motor nanti."

Kalimat si Bapak pemilik warung di Puncak Mortir lah yang mendorong kami bersemangat untuk menyambangi air terjun yang menjadi andalan pariwisata Jorong Guguak selain panoramanya yang indah. Hanya seratus meter, bayangkan. Jika sedekat itu akan sangat sayang sekali jika kami tidak mampir. Walau awalnya kami terburu-buru mengingat waktu sudah hampir menunjukkan pukul 12.00 WIB siang dan trekking ke air terjun tidak termasuk dalam daftar jelajah kami hari itu, toh kami akhirnya mengubah rencana dan mengarahkan sepeda motor kami menuju lokasi air terjun yang berada semakin ke dalam Jorong Guguak, dimana pemukiman penduduk semakin jarang dan yang kami temui hanya kebun dan sawah milik warga. 

Jelajah Pariangan Part 2 : Panorama Jorong Guguak


Jorong Guguak adalah perkampungan tertinggi di Nagari Tuo Pariangan. Dari dusun ini kita dapat menikmati pemandangan lembah di kaki gunung Marapi berikut pemukiman dan areal pertanian penduduknya. Sawah berjenjang dan perbukitan hijau memanjakan sejauh mata memandang. Guguak menjadi best view point untuk melihat keindahan alam ranah Minang yang telah termasyur.

Rabu, 08 Februari 2017

Jelajah Pariangan Part 1 : Rumah Gadang Dt Maharajo Depang




Sejak Desa Pariangan dinobatkan sebagai salah satu desa terindah di dunia, makin banyak saja orang yang penasaran untuk membuktikan kebenarannya. Tidak hanya mengundang penasaran pelancong dari luar Sumatera Barat, tapi juga mamancing rasa ingin tahu masyarakat yang hidup tidak jauh dari Nagari ini namun belum sekalipun menjejakkan kaki dan mencicipi sekeping surga di lereng gunung Marapi tersebut. Apalagi semenjak digelari salah satu desa terindah, sepertinya Pariangan menyedot perhatian berbagai media, baik itu cetak dan elektronik. Popularitas Pariangan semakin meroket, dan momentum tersebut dimanfaatkan oleh berbagai pihak, baik itu pemuda dan pemerintah Nagari bersama Pemerintah Daerah Tanah Datar melalui instansi-instansi terkait.

Senin, 06 Februari 2017

Aua Sarumpun, Quietly Beautiful


Aua Sarumpun adalah nama dari sebuah bukit yang berlokasi di Jorong Siturah, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Bukit ini dinamakan Aua Sarumpun sesuai dengan keberadaan serumpun aua (aur / bambu) di puncak bukit. Lokasi ini sebenarnya bukanlah objek wisata dadakan atau baru. Keberadaannya sudah lama diketahui oleh para pecinta alam, peminat olahraga ekstrem dan para penggemar buru babi. Namun, karena akses lokasi yang cukup sulit dengan jalan tanah berbatu, tempat ini kalah populer dari Puncak Pass Padang Lua yang sudah dilalui oleh jalan beraspal. Pelan tapi pasti Aua Sarumpun mulai merebut popularitasnya yang tertunda, quietly and beautifully. 

Kamis, 02 Februari 2017

Ketika Kincir Air Jadi Objek Wisata


Internet memang sering menciptakan keajaiban. Bukan, bukan keajaiban macam dunia saga Harry Potter, tapi keajaiban mengubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa. Ketika kamu mengunggah sesuatu di dunia maya, social media khususnya, kamu tidak akan pernah tahu sejauh mana unggahan kamu akan mempengaruhi kehidupan orang banyak. Mungkin dulunya remaja-remaja Jorong Padang Data yang iseng berfoto dengan kincir air di kampungnya tidak akan pernah menyangka bahwa foto unggahan mereka akan mampu mengubah desa yang awalnya sepi menjadi ramai dan dibicarakan dimana-mana. Desa yang awalnya sunyi mendadak menjadi objek wisata yang disambangi oleh wisatawan dari berbagai daerah. Itu lah cerita yang saya dapatkan dari pemilik warung bernama Upik ketika berkunjung ke objek wisata baru yang sedang ramai dibicarakan di Kabupaten Tanah Datar, Kincia Aia Kamba Tigo (Kincir Air Kembar Tiga).

Selasa, 24 Januari 2017

Ketika Saya Jadi Fotografer Dadakan, Lagi



Jadi, kemarin saya baru jadi fotografer (dadakan) lagi. Kali ini saya dimintai memotret produk. Wah, jauh berbeda dengan job-job motret yang terbiasa saya lakukan sebagai asisten dulunya semasa masih di Trotoa Photography maupun ketika going solo buat bantu-bantu teman dekat saya. Ini sebenarnya kali kedua saya motret produk, sebelumnya saya motret produk berupa makanan atas permintaan Ibunda dari teman pas masih di Medan. Hasilnya sangat tidak memuaskan sebenarnya, bagi saya ya, tapi bagi Ibunda teman saya masih dalam taraf acceptable lah, walau maunya exceed expectation (lu kate lagi ujian OWL, and i am not Harry Potter huhuhu).  

A Not-So-Secret Garden Now, Lezatta Green House


Pariwisata di tanah kelahiran saya semakin berkembang dan semakin beragam. Objek-objek wisata semakin banyak yang berbenah dan mepercantik diri dan juga tidak lupa berinovasi. Memanfaatkan derasnya arus informasi dan semakin meningkatnya penggunaan smartphone di berbagai lapisan masyarakat memungkinkan promosi objek wisata baru semakin mudah, it's just one post, one click and one share anyway.