Sabtu, 28 Februari 2015

30 Days Without Smartphone Day 11

Source: http://image.darksmurfsub.com/

Ah, memasuki hari ke-11 tanpa semakphone. Saya jadi nongkrong lebih lama di depan kompie.

Belum sempat membaca dan menggambar lagi. Jadi cukup bingung mau nulis apa. 

Oke, kali ini saya putuskan untuk membahas topik yang sedikit melenceng dari apa yang biasa saya tulis, saya akan berbicara tentang DRAMA KOREA! 

Jumat, 27 Februari 2015

Kamis, 26 Februari 2015

30 Days Without Smartphone Day 9


I have a new activity every thursday, on air di radio.

Jadi co-host itu cukup menyenangkan. Kalo disini mungkin sistem kerjanya sederhana, saya hanya perlu datang dan menjawab pertanyaan penyiar utama. Nggak tau kalau di radio jkota metropolitan seperti apa.

Radio tempat saya nyiar adalah radio yangn dikelola pemerintah daerah. Nama programnya pun a la kadarnya, English Is Fun. Yup, ini adalah siaran berbahasa Inggris. Jadi saya harus cuap cuap pakek bahasa Inggris. Aneh lho, saya kan lulusan Sastra Jepang. kekeke.

Bisa dibilang saya nggak punya pengalaman siaran di radio. Suara saya aja cempreng sebenarnya. Tapi kalau soal tereak atau maki orang, bisa lah... bikin orang jantungan atau lari terbirit birit. *prettt* 

Rabu, 25 Februari 2015

30 Days Without Smartphone Day 8


Aduh, masih bad mood.

Rencananya mau menggambar sesuatu yang berhubungan dengan novel Windry Ramadhina yang terakhir saya baca, Walking After You.Tapi entah mengapa saat melihat kertas putih di depan mata, pandangan saya pun ikutan putih, blank. sempat ngesketch kasar aja. Tapi kurang sreg. Tumben saya perfeksionis. Ada masalah dengan perspektif gambar. Nggak seimbang. Akhirnya di hapus lagi. Hahaha.

Gambar di atas saya bikin sehari sebelum ahpe saya matek. Belum sempat upload di IG, akhirnya upload disini.

Semoga besok cuaca bagus dan membawa berita bagus. Capek digantung gini.

Selasa, 24 Februari 2015

30 Days Without Smartphone Day 7


Hari ini saya off. Istirahat untuk memulihkan tenaga dan mood.

Seperti hari off sebelumnya, saya juga ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat selain tidur dan nonton drama Korea atau Jepang marathon dari episode 1 sampe tamat.

Biasanya di hari libur kerja saya milih mengunjungi keponakan unyu saya, Afifah. Berhubung cuaca lagi nggak bersahabat dari kemaren, walau sekarang cukup cerah meriah, saya memutuskan buat stay at home. Sudah seminggu lebih ada kebiasaan buat hujan turun di sore hari.

So, karena sudah memutuskan untuk melakukan hal yang bermanfaat, saya memutuskan untuk memperbaiki barang-barang yang rusak. Adalah sepasang sepatu berbahan suede warna hitam yang saya beli dua tahun yang lalu. Hanya sebentar sempat saya pakai. Pita kecil yang mendekorasi bagian ujungnya hilang. Sebelah kanan copot saat dipake adek saya. Saya lem dan pake lagi saat resepsi kawinan teman. Setelah itu copot dua-duanya. Hilang saat naik ojek.

Senin, 23 Februari 2015

30 Days Without Smartphone Day 6


Hari Ini hari ke-6 nggak pake semakphone. Hari ini saya sakit. Bukan gegara Semakphone. Cuacanya saja yang lagi nggak bersahabat.

Akhirnya saya pulang lebih cepat dari tempat kerja. Setelah sempat tiduran selama sejam lebih di kedai kopi langganan. 

Minggu, 22 Februari 2015

30 Days Without Smartphone Day 5



Menyambung Postingan kemaren yang bercerita soal paket kopi Meeb Koffie dari Medan, saya akhirnya memutuskan untuk menyicipinya dengan teman makan siang saya. 

Tiap makan siang di tempat kerja, saya selalu lebih memilih keluar dari lingkungan tempat kerja. Rasanya lebih fresh dan segar saja. Makan siang di dalam lingkungan tempat kerja membuat badan tidak benar-benar beristirahat. Apalagi jika melakukannya di kafe yang adem dan suasananya asyik.

Makan siang saya selalu saya lakukan di NAHA Browfee. Sebuah kafe kecil di Kota Batusangkar yang berlokasi di depan Istano Basa Pagaruyung (tempat saya bekerja). Teman makan siang saya biasanya selalu sama. Zona dan Yezi. Zona adalah rekan kerja, Yezi adalah Crew NAHA Browfee. NAHA browfee bukan kedai kopi canggih yang punya mesin espresso mahal. Nyeduh kopinya masih a la lokal. Tubruk kopi + gula + Air panas. Yang istimewa disini adalah homemade brownies & cakenya. Selain itu harganya juga murah. Hahaha.