Senin, 17 Desember 2012

To The Middle Earth (Again)

The Home is Behind, The World is Ahead 

Film yang paling saya tunggu-tunggu di tahun 2012 adalah The Hobbit: An Unexpected Journey. Seperti yang saya sudah bilang di post sebelumnya, saya memang tidak sanggung melahap trilogi buku Lord of The Rings, juga The Hobbit karena jujur saja saya tidak mampu menelan bahasanya. Mungkin lain kali saya akan mencobanya lagi agar bisa menulis tentang kisah paling manakjubkan ini di blog.

This is A class movie. Just like Olive Penderghast  on Easy A said, "A for Awesome!". Film ini emang AWESOME banget. Epic ! dan yah, layak untuk ditunggu seri ke-2 Desember 2013 dan seri terakhir dari trilogi ini di pertengahan 2014. Ekspektasi saya selama hampir 1 tahun menunggu tercapai dan bahkan lebih dari memuaskan. Selama pemutaran film yang nyaris 2 jam ini saya selalu berhasil dibuat terpukau tidak hanya oleh sinematografinya tapi juga alurnya yang rapi dan memikat. Lots of humors, tapi tidak berlebihan sampai membuat film ini dipenuhi slapstick murahan. Tidak lupa actions! Separoh akhir dari film ini penuh dengan action. Pertarungan dan kejar-kejaran. Bilbo Baggins the only hobbits in these journey among the other 13 dwarfs ( and one wizard ) sukses membawa saya larut dalam petualangan mereka. 

Film ini pastinya sangat saya rekomendasikan buat siapa saja. Tentunya tidak untuk anak dibawah umur. Saya geleng-geleng kepala melihat betapa orang tua sangat nggak bijak membawa anak dibawah 10 tahun untuk menonton film ini. Ada banyak unsur kekerasan dan kanibalisme di dalamnya. Apalagi film ini diputar dalam format 3D.

Oh ya , talking bout the 3D quality saya nggak bisa berkomentar. Ini pertama kalinya saya nonton 3D. Silahkan tertawa, tapi ini kenyataan. Salah satu film yang saya idam-idamkan nonton versi 3D pertama kali adalah The Chronicles of Narnia : The Voyage of The Dawn Treader. Sayang saat sampai di bioskop, versi 3D sudah nggak buka lapak lagi. Tapi efek 3D di film ini cukup terasa, apalagi ketika burung, kupu-kupu, biji pohon cemara dan bebatuan beterbangan keluar layar.

The music, masih ditangani oleh Howard Shore yang juga menangani trilogi Lord of The Rings.  Pastinya nuansa musiknya masih sama dan membuat saya terngiang-ngiang suara Annie Lennox menyanyikan Into The West.

Sedikit bocoran mengenai ceritanya. Kisah ini dibuka oleh Bilbo Baggins tua yang sedang menuliskan pengalaman di masa mudanya, kira-kira 60 tahun sebelum kisah The Lord of The Rings dimulai, ( Dan the baby face Elijah Wood muncul disini, walau sekejap i see that seems like He dont get older ). Dan cerita pun memasuki kenangan yang hendak dituliskan Bilbo, hari dimana Gandalf, the grey wizard, tiba-tiba muncul di depan pagar rumahnya menawarkannya sebuah petualangan. Bilbo sebagai bangsa Hobbit yang menyukai kedamaian tentu saja menolak mentah-mentah. But Gandalf knows 'NO'. Dia menggoreskan sesuatu di pintu rumah Bilbo, a 'F' word dan malamnya belasan kurcaci membunyikan bel rumahnya dan merusak acara makan malamnya.

Bilbo akhirnya bergabung dengan para kurcaci yang dipimpin oleh Thorin Oakenshield untuk merebut kembali kerajaan kurcaci yang tengah dikuasai Dragon Smaug. Entah apa alasan Gandalf the Grey membawa Bilbo ikut serta. Yang jelas, Thorin kurang menyukai keberadaan Bilbo yang seumur hidupnya tidak pernah mengayunkan pedan dan bertarung. Mereka memulai perjalanan panjang mereka menuju The Lonely Mountain. Tapi sebelum mencapai tujuan utama tersebut mereka terlebih dahulu harus mengatasi serangan dari Troll gunung yang dungu, Orc yang kejam dan mampir ke Rivendell untuk menjumpai Elrond agar bisa membacakan peta yang akan menjadi kunci kesuksesan mereka, hanya Elrond yang bisa membaca tulisan kurcaci kuno. Dalam perjalanan inilah Bilbo bertemu dengan sosok yang akan mengubah takdirnya dan menjadikannya sang 'pencuri', Gollum.

Selanjutnya silahkan tonton sendiri... ^^

foto dulu sebelum masuk theater ^^/ *yeyyyy*

Poster film The Hobbit yang pertama kali saya lihat di majalah Cinemags, edisi Januari 2012. Cukup euforia dan poster ini menurut saya benar-benar mewakili ceritanya =) *pict source filmofilia.com *

Bilbo Baggins The Hobbit, played by Martin Freeman

Gandalf, the Grey Wizard played by Professor Dumbledore uppss Ian McKellen XD *Pict source iverged.com*

The 13 Dwarfs *pict source collider.com *

Thorin, the Prince and the Knight. The leader of the Dwarfs. Played by Richard Armitage.* Pict source http://cache.reelz.com/ *

Kili dan Fili pastinya adalah eye-candy dalam film ini selain bangsa Elf yang sedap dipandang. Dwarfs ganteng ^^b *pict source collider.com*

Kili, dwarf paling ganteng! Dan hidungnya paling normal ukurannya dibanding dwarf lainnya dan juga dibanding ukuran hidung Gandalf -___-" (Suer, efek 3D nya benar-benar kerasa di hidung !)  *pict source ineedmyfix.com *

Ok, Happy Watching Movie People ! ^^/










Tidak ada komentar:

Posting Komentar