Senin, 23 Desember 2013

GOMGOM + NANDA, Doctor's in Love

Trotoa berkesempatan untuk mengabadikan pasangan Gomgom dan Nanda yang mana salah satu diantara mereka yaitu Gomgom berprofesi sebagai dokter. Agar identitas dan ciri personal mereka tetap nampak Trotoa mengajukan konsep Doctor's in Love.

They look so nice in these pictures, we adore them so much.



RONES + NELLA , Forever and For Always

Rones dan Nella adalah pasangan yang menurut kami memiliki banyak kemiripan. Sama-sama bekerja di bidang IT dan memiliki pembawaan yang tenang dan kalem. Saat pemotretan mereka menikmatinya dengan cara mereka sendiri sehingga Trotoa dapat menghasilkan photoshoot yang elegant dan menunjukkan chemistry diantara mereka berdua. 

Here are some photosn  of their first session with Trotoa. This session launched in an old church located in the center of  Medan City. 


FANDY + ANGIE , Everlasting Romance

Klien Trotoa kali ini adalah pasangan muda Angie dan Fandy. Keduanya sama-sama bekerja di bidang yang berhubungan dengan keuangan. Kepribadian keduanya sangat berbeda di mata kami. Fandy adalah sosok yang ceria dan santai sementara Angie sangat kalem dan tidak banyak bicara. Namun mereka perfectly match saat difoto untuk sesi prewedding bersama TROTOA Photography. Tidak butuh banyak arahan untuk membuat mereka menunjukkan chemistry. Both of them are deeply in love. They love each other as much as they care each other. And the photographs barely show it all. 

A Trip to The Coffee Land


Wah, lama juga blog ini saya biarkan terbengkalai.  Terakhir saya memposting sesuatu yang setengah jadi dan setengah hati akhir bulan Oktober lalu. Mengenai DIY yang iseng saya lakukan saat benar-benar tidak ada kerjaan di malam hari.

Sebenarnya ada banyak hal yang harus saya tulis di blog ini mengingat tujuan saya menuliskannya di media online seperti ini agar saya bisa mengaksesnya dimana pun dan kapan pun. Tidak perlu ditulis dalam buku tulis, buku sketsa dan diari. So, cukup hemat kertas bukan? 

Hanya saja saya menyibukkan diri dengan banyak hal. Hingga akhirnya Desember menghampiri kejadian-kejadian yang terjadi di tahun 2013 ini belum lah semuanya terangkum dengan baik di blog ini. Baik itu yang bersifat personal dan sentimental mau pun aktifitas profesional dengan TROTOA Photography. 

Oke, untuk mengawali catatan yang tercecer di tahun 2013 ini saya memulainya dengan sebuah catatan perjalanan saya mengunjungi sebuah daerah yang terkenal akan produksi biji kopi dengan kualitas nomer wahid di pulau Sumatera. 

Kamis, 24 Oktober 2013

Saya benar-benar punya terlalu banyak waktu luang ! #1

Ahhh, tidak terasa sudah hampir 3 bulan waktu saya lewatkan dengan berleha-leha di rumah orang tua. No plan, no idea. I am stuck for almost a hundred days now. 

Di awal-awal saya cukup punya banyak stok rencana untuk menghabiskan waktu agar tidak berakhir menimbun lemak dengan menghabiskan hidangan makan pagi, siang dan malam. 

Tapi day after day, saya mulai kehabisan ide. Konon lagi saya tidak bisa mengendarai sepeda motor. Mobilitas saya nihil! Kota kelahiran saya bukan kota ramah pejalan kaki. Akses kesana kemari jauh, dan angkutan umum sudah pudar pesonanya. Semua jalur perpindahan umat manusia dikuasai benda beroda dua dan bermesin yang disebut ojek.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Simply Amazing Pre-wedding Mardin + Nina by TROTOA

Klien TROTOA kali ini adalah pasangan Mardin dan Nina. Nina pertama kali mengontak saya untuk berkonsultasi mengenai pre-wedding idamannya yang direncanakan pada 21 September 2013. Berhubung saya sedang ada urusan di luar provinsi Sumatera Utara, kami hanya berkonsultasi via seluler. Setelah mendapat kepastian akhirnya kami memutuskan untuk kopi darat, kali ini klien TROTOA hanya ditangani oleh Mr Berry G. 

Setelah Nina dan pasangannya bertemu Mr Berry G, kami mendapatkan gambaran  mengenai konsep pre-wedding yang diinginkan Nina and partner. Mereka tidak menginginkan pre-wedding yang ribet. Yang simpel saja, tidak perlu banyak properti dan settingan lokasi. Namun ada satu request spesial dari mereka yaitu night view. Mereka ingin satu sesi di malam hari. Tapi tetap, harus simpel dan anti ribet. 

Setelah terjadi kesepakatan akhirnya prewedding di eksekusi pada 21 September 2013 di kawasan komplek Royal Sumatera. Lucky us, kebetulan di lokasi tersebut sedang ada event karnaval malam. Kami menyelesaikan sesi prewedding tanpa repot-repot berganti lokasi.

Thank you to Mr Herry Dido yang mendampingi Mr Berry G selama pemotretan. You two did a great job!

AFIFAH and Her new ride

Adududuh....

Belakangan kok topik saya cuman si ponakan unyu ini aja ya?

Bener-bener jadi tante yang norak deh saya, Afifah jangan il-feel yah kalo tante doyan bahas soal kamu di blog,di facebook dan ga bosan-bosan jeprat jepret kamu dalam berbagai kesempatan. Habis kamu lucu sih, salah siapa dong?

Keponakan saya yang jadi 'bintang' bersinar belakangan di keluarga besar ini dari hari ke hari makin imut. Sebagai tantenya yang lagi gatel terobsesi jadi fotografer Afifah jadi objek kesayangan saya. She's perfect. Cute, photogenic dan tidak banyak tingkah. Cukup berbaring dengan mainannya maka ia langsung jadi model paling ko-operatif yang pernah ada. HA HA HA. 

Tapi seiring dengan pertumbuhannya, Afifah tidak lagi hanya berbaring di tempat tidur dan matras. Sekarang ia bisa tengkurap dan berdiri sambil  dipapah. Riangnya bukan main kalau sudah diberdirikan oleh Bundanya. Langsung deh si baby mungil yang baru berusia 6 bulan ini menghentakkan kaki dan berancang-ancang melompat. Tapi berhubung masih 6 bulan yah sabar ya nak, cuman gitu - gitu aja deh dulu kamu. hehe.

Beberapa hari yang lalu saa mampir ke rumah kakak ipar saya. Adalah adek saya nan kalem, Merry, yang kangen berat dengan Afifah. Sepulang dari Padang, kota tempat ia melanjutkan studinya selepas SMA, Merry nekat berkendara dengan sepeda motor dengan saya diboncengannya, dari kota Batusangkar ke Bukittinggi, demi bertemu Afifah. 

Sesampainya di Bukittinggi, kami disambut Afifah yang tengah terlelap. Dia baru saja tertidur beberapa menit. "Sebentar lagi juga bangun kok, tidur siang bayi kan cuman 30 menit," kakak ipar saya menahan langkah kami  yang hendak mengganggu tidurnya.

Benar saja, tidak berapa lama Afifah terbangun. Tangisannya kecil dan halus. Tidak menggelegar seperti bayi kebanyakan. Butuh 15 menit agar ruh nya stabil dan mulai bisa diajak bermain. Tapi kali ini Afifah tidak berbaring, ia memiliki mainan baru. Sebuah kursi dengan pengaman bundar dan memiliki roda! Sebutan gampangnya kursi untuk belajar berjalan buat bayi.  

Kamera Aunty terpaksa keluar deh. 1, 2, 3, ...









Ahhh, Isn't she lovely?